Thursday, December 14, 2023

PERTANYAAN GANJAR SOAL PENGHILANGAN PAKSA AKTIVIS 98 DI DEBAT CAPRES BUKAN SEBUAH TENDENSI



JAKARTA- Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Andika Perkasa mengatakan, tidak ada maksud dari calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyerang capres nomor urut 2, Prabowo Subianto lewat pertanyaan saat debat perdana pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Diketahui, Ganjar sempat menanyakan dua hal pada Prabowo dalam debat capres di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Selasa (12/12/2023).

Pertama, apakah Prabowo akan membentuk pengadilan ad hoc untuk mengadili pelaku penghilangan paksa aktivis, sebagaimana diamanatkan DPR sejak 2009.

Kedua, apakah Prabowo akan membantu keluarga korban menemukan makam 13 aktivis yang dihilangkan tersebut agar mereka bisa berziarah. "Mas Ganjar menanyakan seandainya beliau menjadi presiden, apa yang dilakukan terhadap dua hal yang ditanya oleh Mas Ganjar," kata Andika di Gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2023) malam.

Menurut Andika, pertanyaan yang ditanyakan oleh capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo sesuatu yang objektif. "Jadi sebetulnya kan justru pertanyaan itu menempatkan pasangan nomor 2 seandainya beliau menjadi presiden, kan itu menurut saya sesuatu pernyataan yang sangat objektif," ujarnya.

Andika juga mengatakan, dua pertanyaan yang disampaikan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo adalah masalah yang sampai saat ini belum ada penyelesaian. "Ini adalah dua hal yang ditanyakan Mas Ganjar itu adalah masalah yang memang sampai sekarang belum ada penyelesaiannya, jadi apa komitmennya, itu aja," katanya.

Oleh karenanya, Andika menegaskan bahwa tidak ada unsur tendensius dalam pertanyaan yang disampaikan Ganjar untuk Prabowo tersebut. "Jadi, kalau dari pertanyaannya sendiri tidak ada lah yang sifatnya tendensius misalnya ada agenda tanda petik tidak ada," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan, pertanyaan Ganjar soal kasus penghilangan aktivis merupakan sesuatu yang tendensius. “Loh kok dibilang saya tidak tegas? Saya tegas akan menegakkan HAM. Masalah yang bapak tanyakan, agak tendensius. Kenapa pada saat 13 orang hilang ditanyakan kepada saya? Itu tendensius, Pak,” kata Prabowo.

Ganjar diketahui memang menanyakan soal komitmen Prabowo untuk menyelesaikan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) hingga membantu menemukan makam 13 aktivis yang dihilangkan paksa pada 1998.

Diketahui, penculikan aktivis 1997/1998 adalah penculikan aktivis pro-demokrasi yang terjadi antara Pemilu Legislatif Indonesia 1997 dan jatuhnya Presiden Soeharto tahun 1998. Kasus penculikan aktivis 1997/1998 dilakukan oleh tim khusus bernama Tim Mawar, yang dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono.

Tim Mawar merupakan tim kecil dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV, TNI Angkatan Darat.

Saat itu, Prabowo Subianto berstatus sebagai Danjen Kopassus. Dari kasus penculikan ini, terdapat 13 aktivis yang masih hilang dan sembilan aktivis dilepas oleh penculiknya.

0 comments:

Post a Comment