Thursday, November 23, 2023

GANJAR PRANOWO DIRAGUKAN BISA BERANTAS KEMISKINAN, GANJAR PRANOWO UNGKAP HAL INI



TANGERANG, BANTEN- Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo disinggung kemampuannya dalam memberantas kemiskinan, khususnya saat menjadi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode.

Ganjar Pranowo mengaku terbentur data utuh dari pusat, sehingga tidak bisa mengeksekusi sesuai dengan keinginannya.

"Pak, penanganan kemiskinan itu yang penting satu datanya dulu. 'Pak Ganjar nggak berhasil', mari kita hitung diperbandingkan dengan seluruh angka provinsi Pak. Dengan jumlah penduduk yang lebih besar berapa penurunan di antaranya," tutur Ganjar dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang, Banten, Kamis (23/11/2023).

Ganjar menyebut, untuk kemiskinan ekstrem sendiri masuk dalam desil 1. Cara penanganannya pun juga memerlukan data pasti, baik jumlah dan keberadaan orangnya. "Dan ini diambil oleh negara. Mau pake BLT boleh, mau jaminan sesuatu boleh. Maka kalau data satu Indonesianya tepat Pak, maka sinkronisasi akan terjadi. Satu ketika terjadi 'ah Pak Ganjar juga sudah gak bisa', betul. Maka pada saat itu saya sampaikan kepada pusat, pada rapat dengan Wapres semuanya, 'Pak kalau datanya begini nggak beres Pak, boleh nggak data saya ambil alih?', 'oh tidak bisa'," ucap dia.

"Maka permintaan perbaikan data angka kemiskinan Pak, dikoreksi, diminta kades memperbaiki, diberikan pada kabupaten, kami verifikasi faktual dan diberikan kepada pusat. Apa yang akan terjadi Pak? bantuan berikutnya kembali kepada data awal. Maka (perlu) satu data Pak," sambung Ganjar.

Ganjar pun mencoba menangani kondisi tersebut dengan bentuk bantuan lain dalam memberantas kemiskinan, yakni tidak hanya yang bersifat bansos namun sektor pendidikan. Dia pun memerintahkan jajarannya membangun sekolah.

"Namanya SMK Jateng Pak, hanya untuk orang miskin. Tiga tahun kami investasi untuk mereka, tahun keempat sudah panen Pak dan mereka menjadi tulang punggung keluarga, pendidikan," ungkap Ganjar.

Untuk itu, jika nantinya dia berhasil menjadi Presiden RI pada 2024, Ganjar pun meminta bantuan Muhammadiyah memberantas kemiskinan lewat langkah meningkatkan pendidikan bangsa.

"Pak kalau datanya diberikan kepada kita Pak, itu kita eksekusi semua Pak. Presiden punya kekuatan yang jauh lebih besar untuk mengorganize ini Pak, jauh lebih besar. Ada satu provinsi tetangga saya waktu dibandingkan, loh ini kok malah nambah. Duitnya lebih banyak, penduduknya lebih dikit, malah nambah Pak. Kalau berkenan nanti data detailnya saya kasih Pak, kalau berkenanan," Ganjar menandaskan.

Sebelumnya, Calon Presiden Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya kehadiran creative hub dalam era industri saat ini. Ia bilang banyak anak muda yang memiliki kreatifitas dalam mengekspresikan minat dan bakat mereka.

Untuk itulah menurut Ganjar kreatifitas ini perlu diberikan ruang yang sangat luas, terutama kepada anak-anak muda melalui sebuah creativ hub.

Hal itu dikatakan Ganjar saat berdiskusi dengan kelompok Gen Z & Milenial di Jayapura, Papua, Selasa malam 21 November 2023. “Tahap awal itu membikin creativ hub. Creativ hub itu umpamanya kalo membuat seni di studio, tempat latihan sanggar, yang suka menulis disitu ada latihannya seminggu 2 kali. Atau kalian punya problem, datang dong bareng-bareng di sini,” ujar Ganjar di lokasi.

Ganjar tak memungkiri alasan mengapa creativ hub perlu dihadirkan karena banyak mendapatkan aspirasi dari anak muda langsung ketika masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah lalu.

Capres berambut putih ini mengaku sering mendapatkan masukan atau permintaan agar di wilayah Jawa Tengah bisa dibuatkan creativ hub. “Saya terinspirasi anak muda waktu saya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kalian butuh apa? ‘Tolong dong Pak buatin Creativ Hub, maunya begitu’,” urai Ganjar.

Menurut Ganjar pemikiran anak muda di zaman sekarang ini sudah melompat sangat jauh. Sehingga diperlukan sebuah fasilitas untuk menampungnya semisalnya creative hub.

0 comments:

Post a Comment