Thursday, November 23, 2023

YENNY WAHID SEBUT GANJAR PRANOWO AKAN PRIORITASKAN KESETARAAN PENDIDIKAN UNTUK PESANTREN



JAKARTA- Yenny Wahid, Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, mengungkapkan bahwa salah satu program yang akan dijalankan oleh Ganjar-Mahfud di masa mendatang adalah untuk memastikan bahwa santri mendapatkan pengakuan yang setara dari pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara berjudul "Dari Santri untuk Negeri, Bersama Ganjar-Mahfud 'Indonesia Bersih'" di Pondok Pesantren Syarifuddin, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (21/11/2023).

Yenny Wahid menyampaikan bahwa program ini bertujuan agar ijazah yang dimiliki oleh santri diakui sebagai ijazah yang memungkinkan mereka memperoleh pekerjaan dengan lebih mudah.

Ijazah dari Ma'had Ali, misalnya, saat ini tidak diakui sebagai ijazah yang sah. Hal ini menjadi perhatian karena jumlah santri di Indonesia mencapai jutaan, dan ketidaklakuan ijazah dapat berdampak pada kesulitan santri dalam mencari pekerjaan di masa depan.

Selain itu, fokus utama Ganjar-Mahfud adalah agar santri dapat menjadi lebih mandiri dan terampil, dengan pengadaan dana khusus untuk mendukung usaha wirausaha santri. 

Program ini juga mencakup pelatihan khusus bagi santri agar dapat lebih mudah mencari pekerjaan di masa mendatang.

Yenny menyebutkan bahwa dana untuk pesantren sudah ada sejak lama, tetapi program ini lebih spesifik dengan adanya beasiswa khusus untuk santri. Tujuannya adalah agar mereka dapat meraih kesetaraan perlakuan dan peluang untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Ia yakin bahwa Ganjar, yang sebelumnya telah memperhatikan sektor pendidikan saat memimpin Jawa Tengah, akan menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama jika terpilih sebagai Presiden.

Dalam acara yang dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Syarifuddin, KH. Sulahak Syarif, Pengawas Yayasan KH. Baidarus Mu’arif, dan beberapa ustad lainnya, Yenny Wahid menyampaikan bahwa pasangan Ganjar-Mahfud dianggap sebagai pasangan yang paling cocok untuk memimpin Indonesia ke depan, terbukti dari rekam jejak mereka di berbagai jabatan yang pernah diemban.

Menurut Yenny Wahid, Ganjar Pranowo telah memegang jabatan Gubernur Jawa Tengah selama dua periode. Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Mahfud MD tidak asing bagi Yenny dan keluarganya. Mahfud merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang dididik langsung oleh Gus Dur. Yenny juga menyoroti pengalaman Mahfud dalam dunia legislatif, yudikatif, dan eksekutif. "Pak Mahfud ini pernah di DPR, pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi, dan juga pernah menjabat sebagai menteri. Jadi, beliau merupakan paket komplit," ujar Yenny.

Yenny Wahid menekankan pentingnya keamanan, kondusivitas, dan penegakan hukum yang adil untuk kemajuan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, investasi akan meningkat jika negara bebas dari korupsi dan pungutan liar, dan Mahfud dianggap sebagai tokoh tegas dalam penegakan hukum.

Dalam pesannya, Yenny menyarankan untuk memilih pemimpin berdasarkan kata hati, karena hati dapat membedakan kebaikan dan keburukan.

Ia mengingatkan untuk mengikuti contoh Rasulullah dalam mengambil keputusan. "Jika memilih Ganjar-Mahfud, pastikan itu adalah suara hati kita, tanpa perlu merendahkan pasangan calon lain," harapnya.

0 comments:

Post a Comment